Senin, 25 Maret 2013

kandang ayam

Selasa, 18 September 2012

Supaya ayam merasa nyaman di dalam kandang

Supaya ayam merasa nyaman di dalam kandang
Supaya ayam merasa nyaman di dalam kandang - Mungkin anda pernah melihat ayam-ayam peliharaan di kandang yang saling beradu dengan ayam-ayam yang lain, hingga kadang-kadang ayam-ayam tersebut terluka parah, itu adalah salah satu akibat dari suasana atau kondisi kandang yang tidak atau bisa di katakan kurang nyaman. Untuk membuat ayam nyaman di kandang di mulai dari pembangunan arah kandang. Kandang dianjurkan membujur arah Timur-Barat, hal ini bertujuan agar intensitas sinar matahari tidak berlebih. Jarak antar kandang juga perlu mendapat perhatian (jarak minimal antar kandang yaitu seukuran lebar kandang). Sekali lagi membangun kandang tidak mesti mahal, yang terpenting adalah fungsi dari kandang itu sendiri bisa optimal.

Sesudah memperhatikan bangunan kandang maka sekarang yang perlu mendapat perhatian adalah apa yang ada di dalamnya yaitu sarana dan prasarana. Kita mesti menyediakan perlengkapan yang bisa menunjang produktivitas ayam selama masa produksi. Begitu juga perlengkapan kandang tidak mesti mahal, yang terpenting adalah memenuhi syarat sebagai sarana dan prasarana yang baik. Di antara sarana dan prasarana yang perlu mendapat perhatian antara lain :

Pemanas (brooder)

Pemeliharaan ayam pada masa periode awal (1-3 minggu) di sebut dengan masa brooding. Anak ayam perlu diberi pemanas terutama di malam hari untuk memberi kehangatan karena pada umur tersebut anak ayam belum mampu untuk melawan hawa dingin. Alat pemanas yang dapat digunakan bermacam-macam, di antaranya : lampu pijar, lampu minyak tanah, kompor dari serbuk gergaji, kompor briket batubara, pemanas LPG, pemanas infrared dan jenis lainnya. Penggunaan alat pemanas disesuaikan dengan jumlah anak ayam yang di pelihara untuk efisiensi biaya operasional. Letak dan ketinggian alat pemanas  dari permukaan lantai (litter) juga perlu diperhatikan untuk penyebaran panas yang optimal. Dalam memilih alat pemanas faktor yang perlu mendapat perhatikan adalah harga, efisiensi bahan bakar dan keamanan alat.

Tempat minum (Drinker)

Banyak pilihan tempat minum yang bisa disediakan untuk ayam baik yang model konvensional atau yang modern, seperti bilahan pipa paralon, bilahan bambu, botol aqua yang dilubangi tengahnya, nipple (tempat minum otomatis untuk satuan), gallon minum manual, dan gallon minum otomatis. Sediakan tempat minum sesuai kebutuhan, anda bisa memperhatikan ayam ketika berebut minum, kalau ayam-ayam tersebut berebut sehingga menyebabkan air sampai tumpah-tumpah berarti jumlah tempat minum kurang. Sebagai patokan, dibutuhkan sekitar 3 buah tempat minum ukuran 1 liter untuk 100 ekor anak ayam dan pada umur 6 minggu sampai siap jual dibutuhkan tempat minum 6 buah tempat minum dengan ukuran 2 liter untuk jumlah ayam yang sama.

Tempat pakan (Feeder)

Kita harus tahu bahwa tempat pakan anak ayam tidak sama dengan tempat pakan ayam dewasa. Tempat pakan untuk anak ayam biasanya berupa nampan doc atau sekarang yang lagi ngetrend adalah baby chick feeder, sedangkan untuk ayam remaja atau dewasa maka bisa menggunakan wadah pakan model gantung seperti yang dijual di toko pakan ternak (tersedia berbagai ukuran missal 3 kg, 6 kg, 7 kg, dan 10 kg). Sebagai patokan, dibutuhkan sekitar 2 buah tempat pakan berbentuk nampan bulat diameter 40 cm untuk 100 ekor anak ayam, dan pada umur 6 minggu sampai siap jual dibutuhkan tempat pakan 5 buah tempat pakan berbentuk bulat dengan diameter 40 cm. Tempat pakan tidak mesti beli, membuat sendiri pun bisa dan tentu biaya lebih murah. Akan tetapi perlu diperhatikan syarat tempat pakan yang baik.

Kipas (fan)

Pada daerah yang mempunyai kecepatan angin kurang atau kasus kandang yang berukuran terlalu lebar dengan kepadatan tinggi maka keberadaan kipas sangat dianjurkan untuk membuat sirkulasi udara di dalam kandang sedikit lancar. Meski kita sudah menerapkan manajemen buka-tutup tirai dengan adanya keberadaan kipas akan sedikit membantu untuk mengatasi sirkulasi udara di dalam kandang. Di samping itu juga kipas akan membantu mengurangi limbah bau di dalam kandang.

Pendingin (cooling pad)

Suhu di dalam kandang tidak selamanya bisa stabil, bahkan ada kecenderungan naik. Hal ini di sebabkan karena kadar amoniak di dalam kandang kerap sekali naik sehingga suhu dan bau di dalam kandang meningkat pula. Demikian juga kepadatan ayam di dalam kandang bisa menyebabkan naiknya suhu di dalam kandang. Penggunaan pendingin  berfungsi untuk mengurangi panas dan mencegah resiko panas berlebih (overheat) di dalam kandang. Alat pendingin biasanya di peruntukkan untuk kandang close house.

Tenggeran (Roost)

Memang keberadaannya masih dipertanyakan terutama untuk usaha penggemukan ayam. Bukti dilapangan menunjukkan bahwa ayam yang tidur di pepohonan lebih tahan terhadap serangan pengaykit dari pada ayam yang dikandangkan tanpa tenggeran (tidur di atas tanah langsung). Sisi positif tenggeran antara lain memperkecil resiko penyakit pernafasan dan karkas yang dihasilkan lebih padat. Tenggeran biasanya disediakan untuk usaha ayam kampung dan ayam petelur. Yang perlu diingat kalau kita menyediakan tenggeran bagi ayam yaitu pemasangan tenggeran harus sama rata, karena ayam selalu menginginkan tempat yang paling tinggi. Tidak bisa dipungkiri bahwa tidur di atas tenggeran (semisal bilahan bambu) akan sedikit menguras energi ayam.

Sarang (nest box)

Disediakan khusus terutama untuk unggas penghasil telur (ayam kampung, ayam petelur, itik petelur). Sarang bertelur adalah media untuk merangsang ayam untuk bertelur. Penempatan sarang biasanya diletakkan di tempat yang aman, sepi dan tenang misal di sisi bagian dalam kandang.

Semua hal di atas adalah diantara factor sarana dan prasarana, ada lagi hal yang tidak kalah pentingnya yaitu manajemen pemeliharaan agar ayam merasa nyaman di dalam kandang. Diantara manajemen pemeliharaan yang perlu mendapat perhatian adalah kedisplinan kita dalam menjaga sanitasi (membersihkan kandang dan peralatannya) dan perlakuan kita terhadap ternak. Kalau sudah kita upayakan secara maksimal factor-faktor yang sekiranya bisa menunjang produktifitas ternak barulah kita menunggu hasil akhir dari usaha kita.
(sumber: sentralternak.com)

0 komentar:

Poskan Komentar